Why's always you?
January...Januari.. or/atau/ou jenvier?
January is a pieces of every moment that i missed
11,23,25,31
itu angka apa ya?
bukan togel pastinya
tapi "itu" senantiasa melekat
kataku "hebat kau"
ahh...iya, mungkin "itu" akan berartinantinya
atau tidak sama sekali
ini dunia baruku, dunia yang sama sekali tak bisa kuduga dan tak bisa kupungkiri. apa pun wujudnya, aku nyata ada di sini. di sini, bersama orang-orang di sekelilingku. di sini, bersama alam di sekitarku. di sini, bersama harapan dan keinginan meliputiku. di sini, bersama Robb yang mencintaiku...
Saturday, January 25, 2014
Di Sekitar Kita
Ku tak pernah bosan tuk hadirkanmu dalam ruang sempit pada hatiku
Meski hanya celah kecil menganga kau buat luka
Tak lupa aku kan menyulamnya dengan maaf dan sabar
Pada bebatuan kau goreskan namaku dalam kealpaan
Pun tak membuatku goyah jika kau menamparkaku ke belakang
Atau menarikku dalam pelukan?
Bersama merenda cerita anatara aku, kau, dan orang yang entah ke berepa
Karena hanya darimu aku mengenal hidupmu
Biar mereka tahu tentang aku dari kisahmu
Ketika sampai nanti bila hari tlah meninggi
Dan usia kan mengudara menghilang selamanya
Solo 1541
Meski hanya celah kecil menganga kau buat luka
Tak lupa aku kan menyulamnya dengan maaf dan sabar
Pada bebatuan kau goreskan namaku dalam kealpaan
Pun tak membuatku goyah jika kau menamparkaku ke belakang
Atau menarikku dalam pelukan?
Bersama merenda cerita anatara aku, kau, dan orang yang entah ke berepa
Karena hanya darimu aku mengenal hidupmu
Biar mereka tahu tentang aku dari kisahmu
Ketika sampai nanti bila hari tlah meninggi
Dan usia kan mengudara menghilang selamanya
Solo 1541
Chocolate Ice Cream
Dari celah matakupandang pantulnya
Biarkan kugenggam erat tubuhnya
Merah mencuat tebarkan sebongkah hasrat
Ngilu pula bibir ini dibuatnya
Kereguk mahkota kecil di puncaknya
Kemudian topeng itu tersingkap juga
Pelan kubuka lembaran penutup sejatinya
Kutemukan putih lembut menggoda iman
Warna eksotis betapa mempesona
Ingin kekecup pada bibir manisnya
Tapi tidak…
Hingga sampai sadarku di benaknya
Sesuatu mengganjal pelupuk mata
Dia pun menipuku
Nyatalah memang menggoda
Tak perlu sejuta umat menyangkalnya
Bukan ku ingin terpedaya
Tidaklah meleleh oleh manisnya
Tapi lihatlah apa yang dia bawa
Hanya secuil pastilah celaka
Dia-nya begitu sempurna
Hanya itu yang tiada padanya
Pada remasan pakaiannya lenyaplah
Lingkaran kecil bernamakan “halal”
SOLO, 2007
Biarkan kugenggam erat tubuhnya
Merah mencuat tebarkan sebongkah hasrat
Ngilu pula bibir ini dibuatnya
Kereguk mahkota kecil di puncaknya
Kemudian topeng itu tersingkap juga
Pelan kubuka lembaran penutup sejatinya
Kutemukan putih lembut menggoda iman
Warna eksotis betapa mempesona
Ingin kekecup pada bibir manisnya
Tapi tidak…
Hingga sampai sadarku di benaknya
Sesuatu mengganjal pelupuk mata
Dia pun menipuku
Nyatalah memang menggoda
Tak perlu sejuta umat menyangkalnya
Bukan ku ingin terpedaya
Tidaklah meleleh oleh manisnya
Tapi lihatlah apa yang dia bawa
Hanya secuil pastilah celaka
Dia-nya begitu sempurna
Hanya itu yang tiada padanya
Pada remasan pakaiannya lenyaplah
Lingkaran kecil bernamakan “halal”
SOLO, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)