EVERY DAY IS A GRAT DAY. Default writing direction.
Some text. Right-to-left direction.
-->

Monday, January 24, 2011

manajemen waktu

"Demi masa. Sesungguhnya manusia kerugian. Melainkan yang beriman dan yang beramal sholih."
Potongan ayat tersebut seharusnya mengingatkan kita semua tentang betapa berharganya waktu. Yeah, inilah waktu. Sesuatu yang abstrak, menyenangkan, namun lebih sering menghanyutkan. Orang bisa dipusingkan oleh waktu, dibolak-balikan, serta dikendalikan oleh sang waktu. namun di sisi lain, tak jarang bisa kita dapati orang-orang yang unggul dalam mengorganisir waktu yang mereka miliki. Dan yang aku ketahui aku BELUM termasuk bagian orang tersebut. sekali lagi BELUM bukan TIDAK
Manajemen waktu sudah sering dilontarkan oleh orang-orang disekitarku. Bmenjalanahkan itu pun jadi salah satu tugas prosesi (atau LKMMPD ya, aku lupa :P) dari senior. Teorinya sih mudah aja, tapi menjalaninya gampang-gampang susah..

Banyak orang yang bilang masuk ke suatu organisasi akan membuat hidup kita lebih terorganisir. Percaya atau tidak, sejak smp aku sudah mulai mencobanya, dan ternyata hanya SEDIKIT berdampak sama kehidupanku.

Wasting Time. Banyak sekali terjadi dalam pengelolaan waktuku sendiri. Sekalipun itu bagian dari sifat perfectsionis seseorang, termasuk aku, seharusnya bukan berarti bisa buang-buang waktu percuma. Kadang aku sering melakukan hal di akhir waktu. entah itu dalam melakukan hal pribadi, mengrjakan tugas kampus, dan bahkan parahnya aku melakukan juga untuk sholat.. (astaghfirullah..)

Jadi baiknya segeral sadar dari kebiasaan wasting time ini. Jangan melakukan hal terlalu detail, namun ujung2nya gak selesai. Apa adanya yang penting semua berse, perfect sih boleh aja, kalo memungkinkan.. tapi ga harus selalu ^^

Oke da??
Change your mind now.
Perubahan itu harus dimulai saat ini, saat nafas masih mengalir dengan lancar dalam rongga paru-paru ini :)


for me and all of you guys, fighto.O ^_~

Sunday, September 19, 2010

Behind HMTP: Proud to be a part of Diklan :)

I wanna bring you flashback to my past when i were a member of HMTP, the students organization in my campus. HMTP was may first organization that i followed in one's sober senses. I don't remember what the interested thing that made me decided to be a staff of HMTP. Perhaps because i do love with all of the activity about social network, discussion with the team, sharing about anything and so on. I passed the interview that held by the leader and.... tadaaaaa..... I was the new staff of DIKLAN 2009, department which concern about education and intellectual activity.
I worked together with 13 persons (perhaps, i don't remember anymore :P) who had the capability of teamwork. We were a compact and profitable department than the other department in HMTP i think, even though not all of the staff gave the contribution, but it was never mind, we still good department. Why?? Because campus always supported the activity that held by DIKLAN. I'm not assuming great airs, but really Diklan is the great asset of HMTP to get the money from campuss, till now. and i proud of it.
You can see that almost the work program of Diklan was acceded by dean of campus and all at once we got the fund that could become money supply of HMTP itself.
From Diklan i knew some new experience such us how to held seminar show in campus, how to be a committee of congress and meeting, how to communicated with others who had higher position, and one of important thing is i learn how to be a trusted and reliable person without figured on the background of those person.
I wanna become a chosen man, not because they know who i am before or maybe they are familiar with my family or something, but because they "know" my capability and they respect of it. I think I've proofed that Diklan did it to me.
Diklan introduced me to IMPI (The assosiation of planner students). First forum of Impi was held in Semarang, around Kota Lama exactly. It was interested experience but in other hand i felt peevish with the people and the situation. I was wondered with the committee from  other university that had no capability anymore to held any agenda and i didn't even know what they were debate about. Second forum that i attended was held in my hometown, Solo City with Sebelas Maret University as a  hosted. Once again, i didn't pay attention with the discussion. I more interested about city tour. But i thought my friends felt a little bit disappointed of those touring, as what i felt.

First period of Diklan was finished, but as an old staff once again we had to be a part of this department in the next periode. So here I was, came back again in my beloved department:DIKLAN (2010). At this moment, i was not only as staff, but i was secretary of this department. I was to be gratefull that i was not a leader of this department because i thought i haven't ready anymore and i didn't know how to be responsible of may leadership. Anyway i enjoyed my experience to be a secretary. i had many friends who always supported me, i had staff who always respected me, and i had a great team that could work together.
Diklan is on off department that always be fulfilled of dedicated, responsible, capable, and intellect person. The prosperity of this department must be defensible now and forever. because Diklan always become reliable department. 
"Diklan Selalu Jadi Andalan"

Monday, February 1, 2010

Tugas Analisis Kasus Hukum Merek Dagang


Analisis Kasus Hukum Merek Dagang

“Mie Sedaap” Vs” Mi Sedaaap”


Mungkin tak banyak yang menyadari bahwa kedua merek tersebut sebenarnya berasal dari perusahaan yang berbeda. Sekilas produk tersebut memang sama, dilihat dari corak dan warna hurufnya pun hampir sama, tetapi setelah diamati terdapat perbedaan penulisan pada kata “sedap” di mana yang satu menuliskan dengan “aa” dan satunya lagi “aaa”.
Produk Mie Sedaap yang pertama, dibawahi oleh perusahaan WINGSFOOD merupakan  produk dengan merk “mi sedap” yang lebih dahulu muncul. Sedangkan pesaingnya, yaitu Mi Sedaaap atau lebih tepatnya Supermi Sedaaap, adalah merk yang kedua (merk tiruan) yang diproduksi oleh INDOFOOD. Jika di pasaran, konsumen yang kurang teliti akan menganggap kedua produk tersebut sama karena sebenarnya kata-kata “sedap” lah yang biasa didengar dan muncul di benak konsumen. Oleh karena itu saat mereka melihat tulisan “sedap” yang tertera di kemasan, tanpa sempat memperhatikan jumlah huruf “a”nya, mereka langsung membeli produk tersebut. Beberapa konsumen menganggap ”Mie Sedaap” dan ”Supermi Sedaaap” adalah satu produsen, apalagi Supermi bisa dikatakan sebagai induk dari semua mi instant di Indonesia, jadi bukan suatu hal yang mustahil jika masyarakat akhirnya lebih memilih ”Supermi” yang lebih punya nama dibandingkan dengan ”Mie Sedaap” yang asli. Hal ini tentunya sangat merugikan WINGSFOOD karena adanya persamaan pada pokoknya tersebut dapat berdampak pada merosotnya omzet penjualan produk “Mie Sedaap” itu sendiri. Selain itu, juga merugikan konsumen yang memang menggemari “Mie Sedaap” karena mereka merasa tertipu apabilamereka salah membeli produk hanya karena tidak memperhatikan jumlah huruf “a” pada merek.
Dari sisi HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), produk dagang “Mie Sedaap” yang pertama bisa menuntut prusahaan Supermi atas produk yang dianggap meniru produk daganya. Dalam kasus ini, Supermi Sedaaap melanggar hak milik industri terkait dengan merek produk, desain tulisan, atau kemasan yang sama atau hampir sama. Hak milik industri ini berlaku selama 10 tahun, jika setelah jangka waktu tersebut produsen, dalam hal ini WINGSFOOD, tidak mendaftarkan lagi produk dagangnya, maka perusahaan lain baru bisa mengambil alih penggunaan merk dagang tersebut.

Aku dan Sekitarku: tugas tekkom... mak nyosss...

Aku dan Sekitarku: tugas tekkom... mak nyosss...

Saturday, June 20, 2009

tugas tekkom... mak nyosss...

semester 2 tugas sudah mulai menumpuk? bener banget... mulai dari tugas kecil hingga tugas besar semua mengantre untuk disentuh. ngomong-ngomong soal tugas besar, mungkin tugas besar tekkom bisa dibilang salah satu tugas yang paling asik sekaligus bikin puyeng..

kedengarannya sih simpel, cuma bikin skenario. tapi ternyata skenario itu meliputi 3 tugas sekaligus, yaitu poster, website, dan film. wow...!!! bener-bener tugas yang keren, kata kakak kelas ini nih saatnya anak plano ngartis, hehe....
asiknya itu kita bisa belajar cara-cara bikin poster, web, juga film. belajar software2 baru yang sudah tentu sangat menarik buat diaplikasikan.

dalam pembuatan tugas kali ini bertemakan kota baru yang berwawasan lingkungan. kelompok kami, kelompok 3 mengusung kota taman sebagai salah satu dari berbagai konsep yang biasa dikembangkan developer. kota taman itu sendiri dibangun dengan tujuan untuk menjaga keasrian sebuah kota.
inti dari semua tugas ini adalah bagaiman kami mempresentasikan konsep kota taman yang kami usung dan mengajak orang lain agar dapat mengambil manfaat yang sama dengan adanya kota yang asri, melalui berbagai media seperti poster, website dan film.

setiap tugas dikoordinir oleh 2-3 orang anggota kelompok.
*Rasyid sebagai ketua kelompok bertugas mengkoordinir semua tugas
*Maya dan saya sendiri bertanggungjawab terhadap jalannya website kelompok
*Delvi, Chitra dan Marsista bertanggung jawab terhadap pembuatan film
*Anggi dan Arief bertugas mendesain dan membuat poster
*Yana dan Agung mengurusi kelengkapan laporan

kendala tugas yang kami alami antara lain desain poster harus diganti berulang kali, peng-upload an web yang sering trouble karena kami menggunakan hostingan gratisan, dan pengeditan film yang membutuhkan waktu berhari-hari.

oleh karena itu, walaupun setiap tugas sudah ada penanggung jawabnya kami selalu bekerja sama menyelesaikan masalah bersama. contohnya dalam pembuatan poster, sesekali anggi dan arief meminta bentuan anggota kelompok lain untuk memberikan masukan, atau dalam pengambilan gambar film harus membutuhkan arahan gaya dari beberapa orang.

saya sendiri dibantu dengan teman-teman yang lain juga mengurusi editorial film yang benar-benar menguras tenaga dan membuat pening, bahkan lupa makan.... tetapi alhamdulillah, walaupun sulit karena dikerjakan bersama menjadi menyenangkan.

yah... itulah suka dukanya mengerjakan TuBes Tekkom... tapi kami puass...

saran2 :
-hendaknya setiap anggota memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing
-rasa kebersamaan lebih ditingkatkan
-sebaiknya peng-acc an tugas memiliki tenggat waktu lebih dari 2 minggu, agar mudah mengedit tugas


terimakasih.......

Monday, June 1, 2009

kota baru : kota taman untuk hunian yang nyaman


kota baru merupakan kota bentukan yang dikreasikan dengan berbagai fasilitas modern sesuai perkembangan zaman. adanya kota baru diharapkan agar berbagai permaalahan tentang perkotaan bisa teratasi, antara lain kemacetan, kepadatan penduduk, dan polusi yang melanda kota-kota besar. Solo sebagai kota berbudaya berusaha menyesuaikan perkembangan kota dengan memusatkan perhatian pada kota taman, walaupun angan-angan untuk mewujudkan harapan tersebut masih cukup jauh, tetapi paling tidak Solo sudah bergerak ke arah itu. taman kota di manahan misalnya, beberapa tahun yang lalu taman tersebut masih penuh sesak dengan PKL yang berkeliaran menjajakan dagangannya di sekeliling taman tersebut. sekaran taman manahan sudah lumayan bersih dan tidak terkesan sumpek.

taman lain yang sudah lebih terawat adalah taman banjarsari. taman banjarsari terletak di pusat kota yang sangat strategis digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan. di taman tersebut terdapat Monumen 45 sebagai bukti peninggalan sejarah. lokasinya dulu gelap dan "ngeri", karena di samping tertutup oleh pohon-pohon yang ridang, taman tersebut juga biasa digunakan untuk berjualan, sehingga kondisinya terlihat kumuh dan kotor. tapi sekarang pkl tersebut sudah "dipindahtugaskan", sehingga taman bisa dikondisikan sebagaimana mestinya. biasanya taman ini digunakan sekolah2 yang ada di sekitarnya untuk olah raga.

taman balekambang termasuk salah satu dari tempat di solo yang banyak digunakan untuk pengambilan foto. lokasinya sangat rindang dan nyaman. sangat cocok digunakan untuk bersantai, namun sayang kondisinya sekarang kurang terawat.

sekarang ada lain lagi yang sedang dikembangkan :taman tirtonadi. letaknya persis di depan terminal tirtonadi dengan lampu neon di sepanjag jalan.pohon paem dtaam di sekitarnya, menambah kesan daerah pantai mengingat terdapat aliran anak sungai bengawan solo.





Dan yang belum lama ini menyedot perhatian masyarakat sekaligus menyedot anggaran pemda adalah pembangunan City Walk di sepanjang jalan Slamet Riyadi. ciWalk ini biasa dimanfaatkan sebagai area untuk beristirahat dan area untuk hotspot, apalagi terletak di sepanjang pusat perbelanjaan seperti grand Mall, dan area pertokoan lain di sepanjang Jl. Slamet Riyadi.

Dengan dikembangkannya taman kota seperti itu, hendaknya masyarakat juga dapat turut berpartisipasi dalam menjaga kenyamanan kota, karena taman tak akan ada manfaatnya jika kita juga tidak melestarikannya. pemerintah sudah mengucurkan sekian dana untuk mendanai rehabilitasi taman tersebut, bukankah kita sebagai pengguna sudah sepantasnya turut menjaga danmemiliki rasa memiliki?

mari bersama jaga apa yang telah kita punya....



sumber :
http://kotasolo.info/index.php?option=com_content&task=view&id=118&Itemid=31
img49.imageshack.us/img49/5761/cimg5536jn6.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/9557303.jpg

Friday, February 6, 2009

DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff) SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PENGOBATAN WASIR/ AMBEIEN (Hemorrhoid)


I. PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat di zaman sekarang ini, ternyata tidak menggeser peran obat-obat tradisional, tetapi justru semakin melengkapinya. Berbagai penelitian mengenai pengembangan obat tradisional dilakukan secara mendalam. Menurut Depkes RI (1989), salah satu jenis tanaman tradisional yang dikembangkan pemanfaatannya sebagai obat adalah daun ungu (Graptophyllum pictum (L) Griff).
Menurut berbagai penelitian, daun ungu memiliki berbagai khasiat. Dengan berbagai kandungan kimiawinya ini, daun ungu mempunyai sifat sebagai antiinflamasi, peluruh air seni, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan, pelembut kulit kaki, melunakkan faeces dan mengempiskan wasir. Dalam perkembangannya, penyakit wasir yang diderita oleh banyak orang tidak harus dioperasi dalam penyembuhannya. Akan tetapi, alternatif pengobatan lainnya, dapat ditempuh dengan mengkonsumsi obat tradisional, yaitu dengan memanfaatkan daun ungu.
II. WASIR/ AMBEIEN ((Hemorrhoid)
Ambien atau dalam istilah medis lebih dikenal dengan Hemoroid, merupakan pelebaran pembuluh darah Vena Pleksus hemoroidalis dan ini bukan suatu keadaan patologis (penyakit). Letak pleksus yaitu di dalam rektum hemorrhoid. Hemorrhoid berasal dari kata haemo = darah, rheo = mengalir. (www.mer-c.org).
Hampir semua orang memiliki hemoroid, namun apabila sudah terjadi keluhan, maka akan dilakukan tindakan. Keluhan tersebut antara lain timbulnya darah segar dari anus menetes dan tidak bercampur dengan faeces, timbul benjolan, mulai dari yang bisa dimasukkan kembali ke anus sampai dengan yang tidak dapat dimasukkan kembali, benjolan semakin membesar, kadangkala keluar lendir atau mukus. Bisa juga timbul rasa gatal (pruritus anal) dan bila terjadi penjepitan, pembengkakan (udema) akan menimbulkan nyeri yang hebat, kadang juga akan timbul anemia sekunder.
Faktor yang mendukung hemorrhoid menjadi besar dan menimbulkan keluhan ialah mengedan waktu buang air besar, konstipasi menahun, kehamilan dan obesitas.
Menurut ahli bedah dari RS Husada Jakarta, Soetanto Gandakusuma, MD, wasir adalah penyakit yang timbul karena pembuluh-pembuluh darah di daerah anus melebar akibat aliran darah ke jantung terhambat. “Pembuluh yang melebar ini kemudian ditutupi oleh selaput lendir, kulit, jaringan ikat atau otot-otot polos, dan lama-kelamaan membengkak dan membentuk tonjolan,”. Beberapa jenis makanan yang merangsang, seperti cabe dan rempah-rempah pun dapat memicu wasir. “Karena zat dalam makanan tersebut membuat pembuluh darah gampang melebar.” Penyakit diare kronis juga bisa menimbulkan wasir. “Saat diare, kita buang air berulang-ulang, sehingga pembuluh darah yang melebar dan tertutup oleh selaput lendir, jaringan ikat atau kulit, terlalui kotoran dan terinfeksi.”
Hemorrhoid terbagi menjadi hemorrhoid internal dan eksternal pembagian ini dibatasi oleh anus, bila berasal dari dalam anus dinamakan hemorrhoid internal begitu juga sebaliknya. Hemorrhoid internal terbagi menjadi 4 stadium (www.id.answer.com) :
1. Stadium 1, tonjolan masih kecil dan belum keluar. Gejalanya, darah menetes setiap habis buang air besar.
2. Stadium 2, tonjolan sudah keluar tapi belum begitu besar. Gejalanya, setelah buang air besar, tonjolan keluar, tapi akan masuk kembali saat penderita dalam posisi berdiri.
3. Stadium 3, tonjolan sudah lebih besar. Gejalanya, usai buang air tonjolan keluar dan tidak masuk lagi. Jadi harus ditekan dan didorong menggunakan tangan.
4. Stadium 4, tonjolan bisa sebesar bola tenis. Tonjolan tidak bisa didorong masuk, dan harus dioperasi.
Sedangkan pada hemorrhoid eksternal, kulitlah yang menutupi pembuluh darah. Karena posisinya di luar anus, maka lebih gampang terlihat. Karena berada di luar dan tidak dilalui kotoran, keluhannya adalah rasa sakit atau nyeri akibat pembuluh darah yang pecah. Setelah pecah, darah tidak keluar tetapi mengumpul dan menjadi trombus (bekuan darah).
Ada kalanya wasir pecah, tapi tetap menonjol dan menjadi bekuan darah.
Terapi hemorrhoid dilakukan dengan memperbaiki pola makan dan terapi tindakan. Makanan sebaiknya terdiri dari makanan berserat tinggi seperti sayuran dan buah serta mengurangi daging. Hal ini untuk melunakkan faeces, sehingga mempermudah defekasi dan mengurangi mengedan. Semua makanan yang merangsang kinerja pencernakan seperti durian, pete, daging kambing dan cabe sebaiknya dihindari. Hemorrhoid intern dengan prolaps (benjolan tidak dapat masuk) istirahat baring, kompres lokal rendam dengan cairan hangat dan dimasukkan perlahan-lahan, dapat juga diberi salep anus dan suppositoria tetapi ini sebagai analgetik saja, bukan sebagai pengecil benjolan. Terapi tindakan, yaitu dengan skleroterapi (menyuntikkan larutan kimia ke jaringan submukosa di bawah hemorrhoid supaya terjadi ja ringan parut) dan bedah beku.

Gambar Internal dan External Hemorrhoid


DAUN UNGU (Graptophyllum pictum Griff)
Daun ungu mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Senyawa flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dengan mengecualikan alga. Senyawa ini berupa zat warna merah, ungu, dan biru serta sebagian zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Senyawa flavonoid menunjukkan aktivitas yang bermacam-macam, di antaranya mempunyai aktivitas sebagai diuretik, anti virus, anti histamin, anti hipertensi, dan ba
kteriostatik. Senyawa ini merupakan senyawa polar sehingga akan larut dalam pelarut polar, seperti etanol dengan kadar 70% (Harborne, 1996). Bioaktivitas flavonoid pertama kali dilaporkan oleh Koike (1931) yang menemukan efek diuretik. Senyawa flavonoid menunjukkan lebih dari seratus jenis bioaktivitas, beberapa di antaranya adalah diuretik, analgesik, anti inflamasi, anti konvulsan, dan lain-lain (Ahmad, 1990).
Saponin adalah senyawa aktif permukaan yang kuat yang menimbulkan busa jika dikocok dalam air dan pada konsentrasi yang rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah merah. Saponin bekerja sebagai anti mikroba dan dalam larutan yang sangat encer. Zat ini sangat beracun untuk ikan. (Robinson, 1995).
Tanin merupakan sejenis kandungan tumbuhan yang bersifat fenol mempunyai rasa sepat dan mempunyai kemampuan menyamak kulit (Robinson, 1995). Letak tanin di dalam tumbuhan terpisah dari protein dan enzim sitoplasma, tetapi bila jaringan rusak, misalnya bila hewan memakannya, maka reaksi penyamakan dapat terjadi. Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai oleh cairan pencernaan hewan (Sastrohamidjojo, 1995).

A. KARAKTERISTIK DAUN UNGU
Daun Ungu merupakan tumbuhan perdu, berumur menahun (perenial), tinggi sekitar 2 m. Batang aerial, berkayu, silindris, batang tegak, warna ungu kehijauan, bagian dalam solid, permukaan licin, percabangan simpodial (batang utama tidak tampak jelas), arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, tersusun berhadapan (folia oposita), warna ungu tua, panjang 15 - 25 cm, lebar 5 - 11 cm, helaian daun tipis tegar, bentuk bulat telur, ujung runcing, pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan mengkilat (nitidus). Bunga majemuk, muncul dari ujung batang (t
erminalis). Buah kotak sejati (capsula), lonjong, warna ungu kecoklatan, bentuk biji bulat-berwarna putih. Akar tunggang, tingginya hanya mencapai tiga meter. Biasanya tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias. Daun ungu cocok tumbuh di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut.

Botani
Sinonim : Graptophyllum hortense Nees
Klasifikasi
Kingdom
: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio
: Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio
: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas
: Magnoliopsi
da (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas
: Asteridae
Ordo
: Scrophulariales
Familia
Genus
: Graptophylum
Spesies
: Graptophylum pictum (L.) Griff
Nama umum/ dagang : Daun ungu
Nama daerah
Sumatera : Pudin (Simalur)
Jawa : Daun ungu (Jawa Tengah) Handeleum (Sunda), Karaton (Madura)
Bali : Temen
Maluku : Kadi-kadi (Ternate) Dongo-dongo (Tidore)
Deskripsi
Habitus : Perdu, tinggi ± 2 m
Batang : Berkayu, beruas, permukaan licin, ungu kehijauan
Daun : Tunggal, berhadapan, bulat telur, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengkilat, panjang : 15-25 cm, lebar : 5-11 cm, ungu, ungu tua
Bunga : Majemuk, di ujung batang, pangkal kelopak berlekatan, bagian ujung berbagi lima, ungu, benang sari empat, melekat pada mahkota bunga, tangkai sari ungu, kepala sari ungu kehitaman, putik bentuk tabung, ujung bertaju lima, ungu
Buah : Kotak, lonjong, ungu kecoklatan
Biji : Bulat, putih
Akar : Tunggang, coklat muda

B. Khasiat Daun Ungu
Tanaman daun ungu mempunyai kandungan kimia antara lain alkaloid non toksik, flavonoid, glikosid, steroid, saponin, tanin, calsium oksalat, asam format, dan lemak. Dengan berbagai kandungan kimiawinya ini, daun ungu mempunyai sifat sebagai antiinflamasi, peluruh air seni, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan, pelembut kulit kaki, melunakkan faeces dan mengempiskan wasir.
Daun Graplophyllum pictum berkhasiat sebagai obat wasir. Untuk obat wasir dipakai ± 20 gram daun segar Graptophyllum pic
tum, direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.
Daun ungu tidak hanya mampu mengatasi ambeien, tetapi juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause.
“Daun ungu mengandung pekt
in untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defekasi dan tak menimbulkan luka atau peradangan”, ujar Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia.
Daun ungu bersifat antiinflamasi atau antiperadangan. Artinya, sangat tepat untuk ambeien yang mengalami pembengkakan. Idha Kusumawati S.Si Msi Apt, periset Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, membuktikan kemujaraban daun ungu sebagai antiambeien.
Menurut dr Ekky M Rahardja MS SpGk, Spesialis Gizi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, wasir bi
sa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan. Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir.
Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sendiri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI. Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas.
Dr. JM Sugiarto pun juga membuktikan manfaat daun ungu. Konsumsi satu gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir. Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu sering diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan.
Sebagai analgesik pun, khasiat daun
ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana M.Kes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan.
Penelitian yang dilakukan oleh drg
Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%.
Oleh masyarakat Bali, daun ungu kerap dimanfaatkan dalam pembuatan banten. Misalnya, untuk membuat banten pesucian, sakaruna, perangkatan, sam-sam, sesarik dan sejumlah banten lainnya. (http://pojok-bali.blogspot.com/2007/12/)
Haid yang tidak lancar juga bisa diatasi oleh daun ungu ini. Caranya, daun ungu dikeringkan dan ambil sekitar tiga sendok. Daun ungu itu kemudian direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas saja. Setelah itu disaring dan diminum tiga hari menjelang datang bulan. Bukan hanya itu, reumatik atau encok juga bisa disembuhkan dengan daun yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama demung, tulak dan ungu ini. Cara pengolahannya pun sangat sederhana. 1-2 genggam daun ungu ditumbuk sampai halus dan oleskan pada bagian yang sakit sebagai param. Daun ungu juga berkhasiat untuk mengobati sakit bisul, yaitu dengan memanfaatkan beberapa lembar daun ungu yang sudah diolesi minyak kelapa kemudian memanggangnya di atas api. Kemudian dioleskan di atas bagian yang sakit.

Gambar
Graptophyllum pictum Griff


KESIMPULAN
Daun Ungu memiliki kandungan yang memberi manfaat sebagai tanaman tradisional yang mampu mengobati hemorrhoid (ambeien) sehingga pada terapi ambeien tidak perlu dilakukan dengan operasi. Pelestarian tanaman tradisional seperti ini perlu dikaji sebagai alternatif pengobatan yang efektif bagi penderita, tanpa menanggung resiko yang besar.

Daftar Pustaka
Ahmad, S.A., 1990. Flavonoid dan Phytonedica, Kegunaan, dan Prospek. Yayasan Pengembangan Obat Alam Hyitomedika, Jakarta.
blog DARFAHERBA, diakses pada tanggal 20 Januari 2009
Depkes RI, 1981. Daftar Tanaman Obat (I). Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Harborne, J.B., 1996. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung.
http://pojok-bali.blogspot.com/2007/12/, diakses pada tanggal 20 Januari 2009
http://www.plantamor.com/spcdtail.php?recid=642, diakses pada tanggal 20 Januari 2009
Robinson, T., 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Penerbit ITB. Bandung.
Sastrohamidjojo, H., 1995. Sintesis Bahan Alam. UGM Press, Yogyakarta
www.id.answer.com, diakses pada tanggal 20 Januari 2009
www.mer-c.org, diakses pada tanggal 20 Januari 2009



oleh :
Siti Fatimah
S900208022

Mata Kuliah Biokimia Bahan Pangan dan Obat